Bidiknews.co.id-Banyak keluarga mendadak kaget ketika bantuan sosial yang selama ini diterima tiba tiba berhenti. Tidak ada pemberitahuan resmi, tidak ada perubahan kondisi ekonomi yang signifikan, namun status penerima bantuan langsung gugur. Situasi ini semakin sering terjadi sejak awal 2026, seiring diberlakukannya pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.
Fenomena tersebut memunculkan pertanyaan besar di masyarakat. Mengapa keluarga yang masih kesulitan justru dianggap mampu. Jawabannya sering kali berkaitan dengan posisi desil kesejahteraan yang tercatat terlalu tinggi di sistem. Ketika desil naik, maka otomatis akses terhadap berbagai program bantuan ikut tertutup.
Memahami cara menurunkan desil bansos menjadi langkah penting agar keluarga yang benar benar membutuhkan tetap mendapatkan haknya.
Apa Itu Desil Bansos dan Mengapa Sangat Menentukan
Desil bansos adalah sistem pengelompokan kesejahteraan rumah tangga yang dibagi menjadi sepuluh tingkatan. Desil satu berada pada kelompok termiskin, sementara desil sepuluh adalah kelompok paling sejahtera. Pemerintah menggunakan sistem ini sebagai dasar penentuan siapa yang berhak menerima bantuan sosial.
Semakin rendah desil, semakin besar peluang keluarga masuk dalam prioritas penerima bantuan. Sebaliknya, ketika sebuah keluarga tercatat di desil menengah atau atas, maka berbagai bantuan seperti PKH, BPNT, hingga bantuan pendidikan otomatis tidak dapat diakses.
Masalah muncul ketika data desil tidak mencerminkan kondisi ekonomi terkini. Banyak keluarga yang secara data terlihat cukup, padahal kenyataannya penghasilan menurun drastis atau bahkan tidak ada sama sekali.
Kenapa Desil Bisa Naik Tanpa Disadari?
Kenaikan desil tidak selalu berarti kondisi ekonomi membaik. Dalam banyak kasus, kenaikan terjadi karena data yang digunakan masih mengacu pada kondisi lama atau terjadi perubahan kecil yang berdampak besar pada skor kesejahteraan.
Perubahan fisik rumah sering menjadi penyebab utama. Rumah yang sudah diplester atau menggunakan lantai keramik dinilai lebih layak meski penghasilan penghuni justru menurun. Begitu juga dengan kepemilikan barang elektronik sederhana yang dianggap sebagai indikator kesejahteraan.
Selain itu, faktor teknis juga berperan. Kesalahan input petugas, sinkronisasi data yang tidak sempurna, hingga perbedaan standar biaya hidup antar daerah bisa membuat skor desil menjadi tidak akurat.
Gambaran Umum Kategori Desil dan Dampaknya
Sistem desil membagi masyarakat ke dalam sepuluh kelompok berdasarkan estimasi pengeluaran per kapita. Kelompok desil satu dan dua umumnya menjadi prioritas utama bantuan sosial. Desil tiga dan empat masih memiliki peluang menerima bantuan tertentu, terutama PKH dan BPNT.
Masalah mulai muncul ketika keluarga berada di desil lima ke atas. Pada level ini, keluarga dianggap cukup atau tidak prioritas, meskipun di lapangan masih banyak yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.
Inilah alasan mengapa penyesuaian data desil menjadi sangat krusial agar kebijakan bantuan tidak salah sasaran.
Data Desil Bersifat Dinamis dan Bisa Diubah
Hal penting yang sering tidak diketahui masyarakat adalah status desil bukan angka permanen. Data kesejahteraan diperbarui secara berkala mengikuti hasil verifikasi lapangan dan pemutakhiran data nasional.
Artinya, desil bisa naik maupun turun tergantung kondisi terbaru rumah tangga. Jika kondisi ekonomi memburuk dan data diperbarui dengan benar, maka peluang untuk kembali masuk kategori penerima bantuan tetap terbuka.
Namun perubahan tersebut tidak akan terjadi secara otomatis tanpa adanya pembaruan data dari masyarakat itu sendiri.
Cara Menurunkan Desil Bansos Secara Resmi
Menurunkan desil bukan berarti memanipulasi data, melainkan memperbaiki ketidaksesuaian antara data dan kondisi nyata. Ada dua jalur resmi yang bisa ditempuh oleh masyarakat.
1. Melalui Aplikasi Cek Bansos
- Unduh aplikasi Cek Bansos resmi Kemensos
- Daftar akun menggunakan NIK dan KK
- Login dan buka menu profil keluarga
- Cek desil yang tercatat di sistem
- Pilih menu usul perubahan data
- Isi kondisi ekonomi sebenarnya secara jujur
- Unggah dokumen pendukung jika diminta
- Kirim pengajuan dan tunggu verifikasi
Perlu diketahui bahwa dokumen pendukung bisa berupa surat keterangan tidak mampu, surat penghasilan rendah, atau keterangan tidak bekerja.
2. Melalui Kantor Desa Atau Kelurahan
- Datang ke kantor desa atau kelurahan
- Sampaikan permohonan pembaruan data bansos
- Isi formulir pengajuan yang disediakan
- Serahkan fotokopi KTP dan KK
- Lampirkan surat keterangan dari RT atau RW
- Menunggu proses verifikasi lapangan
Petugas desa akan menginput data ke sistem kesejahteraan sosial untuk diteruskan ke dinas sosial.
Proses Verifikasi Penurunan Desil
Setelah pengajuan dilakukan, akan ada tahapan verifikasi.
- Pemeriksaan administrasi dokumen
- Survei lapangan ke rumah penerima
- Validasi oleh dinas sosial daerah
- Sinkronisasi data ke DTSEN nasional
Proses ini biasanya memakan waktu antara satu hingga tiga bulan tergantung daerah.
Estimasi Waktu Perubahan Desil
Dalam kondisi normal, perubahan desil membutuhkan waktu sekitar satu hingga enam bulan. Waktu ini mencakup pengajuan, verifikasi administrasi, survei lapangan, hingga pembaruan data di sistem pusat.
Selama proses berlangsung, masyarakat disarankan untuk memantau status pengajuan secara berkala dan memastikan dapat dihubungi jika petugas membutuhkan klarifikasi tambahan.
Kesalahan Umum Yang Perlu Dihindari
Salah satu kesalahan terbesar adalah mengisi data yang tidak sesuai fakta dengan harapan cepat mendapatkan bantuan. Cara ini justru berisiko membuat pengajuan ditolak. Kesalahan lain adalah tidak melengkapi dokumen pendukung atau sulit dihubungi saat proses verifikasi.
Hal ini dapat memperlambat bahkan menggugurkan pengajuan perubahan desil. Kejujuran dan keterbukaan menjadi kunci utama agar data benar benar mencerminkan kondisi ekonomi keluarga.
Mengapa Penurunan Desil Tidak Selalu Langsung Berhasil?
Meski sudah mengajukan pembaruan, tidak semua permohonan langsung disetujui. Ada kalanya skor kesejahteraan masih dinilai berada di batas aman meskipun kondisi ekonomi terasa berat.
Perbedaan persepsi antara masyarakat dan indikator sistem sering menjadi sumber masalah. Oleh karena itu, penting untuk memahami bahwa penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah variabel, bukan hanya penghasilan semata.
Kesimpulan
Cara menurunkan desil bansos bukanlah upaya instan, melainkan proses pembaruan data agar bantuan sosial tepat sasaran. Ketika data sesuai dengan kondisi nyata, peluang untuk kembali menerima bantuan akan terbuka.
Di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan banyak keluarga, pemahaman tentang sistem desil dan mekanisme pengajuan menjadi sangat penting. Dengan langkah yang benar, bantuan sosial dapat kembali menjadi penopang bagi mereka yang benar benar membutuhkan.
