Bidiknews.co.id-Pernah panik karena data siswa belum muncul menjelang ujian madrasah? Situasi seperti ini sering terjadi ketika proses sinkronisasi dan validasi di sistem belum tuntas. Padahal, satu data yang tidak sesuai bisa berdampak pada administrasi ujian hingga pencetakan daftar nominasi.
Memasuki tahun ajaran 2026, proses Cara Ajukan Validasi Siswa di PDUM 2026 kembali menjadi perhatian operator madrasah, khususnya menjelang pelaksanaan ujian madrasah berbasis data terintegrasi.
Sistem PDUM atau Pangkalan Data Ujian Madrasah digunakan untuk memastikan seluruh peserta ujian telah tervalidasi sesuai standar nasional. Kali ini kami akan membahas secara lengkap alur, syarat, jadwal, hingga solusi kendala yang sering muncul agar proses berjalan lancar tanpa hambatan.
Apa Itu PDUM dan Kenapa Validasi Siswa Sangat Penting
Sebelum masuk ke langkah teknis, kamu perlu memahami peran PDUM dalam ekosistem pendataan madrasah. PDUM adalah sistem resmi yang digunakan untuk menghimpun data peserta ujian dari berbagai jenjang seperti MI, MTs, MA, hingga RA.
Data yang masuk ke PDUM umumnya berasal dari sistem utama pendataan madrasah seperti EMIS. Sinkronisasi antara EMIS dan PDUM memastikan identitas siswa sesuai dengan data nasional, termasuk NISN dan informasi kependudukan.
Validasi menjadi tahap krusial karena:
- Menentukan kelayakan siswa sebagai peserta ujian
- Menjadi dasar pencetakan DNS dan DNT
- Mencegah duplikasi atau kesalahan identitas
- Menjamin kesesuaian data dengan standar nasional
Tanpa validasi, data siswa dianggap belum final dan berisiko tidak terdaftar sebagai peserta ujian resmi.
Jadwal Sinkronisasi dan Pengajuan Validasi PDUM 2026
Menjelang ujian madrasah 2026, pembukaan kembali sinkronisasi PDUM menjadi kesempatan terakhir bagi madrasah yang datanya belum terkirim sempurna.
Beberapa poin penting terkait jadwal:
- Sinkronisasi PDUM dibuka kembali pada 13 Februari hingga 22 Februari 2026
- Pengajuan validasi siswa ditutup pada 23 Februari 2026
- Prioritas diberikan kepada madrasah yang siswanya belum muncul di sistem
Jika data sudah lengkap dan benar, kamu tidak disarankan melakukan sinkronisasi ulang kecuali ada perubahan jumlah siswa. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kestabilan sistem dan menghindari konflik data.
Syarat Pengajuan Validasi Siswa di PDUM 2026
Sebelum menekan tombol ajukan validasi, pastikan seluruh persyaratan dasar telah terpenuhi. Setiap jenjang memiliki ketentuan yang sedikit berbeda.
Jenjang MI MTs dan MA
Untuk tiga jenjang ini, syarat utamanya cukup jelas:
- Siswa wajib memiliki NISN yang valid
- Data sudah tersinkron dengan Verval PD
- Tidak ada konflik data identitas di sistem
NISN diverifikasi melalui sistem Verval PD. Jika status belum valid, maka sistem berpotensi menolak saat proses finalisasi.
Jenjang RA
Untuk RA, fokus utama ada pada:
- NDSN siswa yang valid
- Kelengkapan data identitas dasar
Meskipun tidak seketat jenjang lainnya, data tetap harus lengkap agar tidak bermasalah saat pencetakan dokumen ujian.
Langkah Login dan Pengecekan Data di PDUM
Tahap awal selalu dimulai dari login menggunakan akun resmi madrasah. Pastikan username dan password aktif serta tidak digunakan secara bersamaan di perangkat lain untuk menghindari error sesi.
Setelah berhasil masuk:
- Pilih menu Data Siswa
- Periksa seluruh daftar siswa yang tampil
- Cocokkan nama, tanggal lahir, tempat lahir, jurusan, dan nomor absen
Jika ditemukan kesalahan, jangan langsung menghapus data. Sistem telah menyediakan tombol aksi di setiap baris siswa untuk melakukan pembaruan secara langsung. Cara ini jauh lebih aman dibanding input ulang dari awal.
Cara Cek Kelengkapan Data Sebelum Validasi
Setelah memastikan data umum sudah benar, langkah berikutnya adalah membuka menu Cek Kelengkapan.
Pada menu ini kamu akan melihat indikator berupa:
- Tanda centang jika data lengkap
- Tanda strip jika ada bagian yang belum sinkron
Beberapa kolom penting yang harus diperhatikan:
- Nomor absen
- Tempat lahir
- Tanggal lahir
- Jurusan
- Status sinkronisasi
Jika status valid dari Dukcapil belum muncul, biasanya masih ditandai strip. Namun sistem tetap mengizinkan pengajuan validasi karena perbaikan masih bisa dilakukan meski ajuan telah dikirim.
Cara Ajukan Validasi Siswa di PDUM 2026 Secara Online
Setelah semua dirasa cukup lengkap, kamu bisa melanjutkan ke tahap inti.
Berikut langkahnya:
- Masuk ke menu validasi
- Klik tombol Ajukan Validasi
- Baca notifikasi peringatan sistem
- Konfirmasi pengajuan
Sistem akan memberikan peringatan bahwa tombol sinkronisasi EMIS akan dinonaktifkan setelah pengajuan dilakukan. Artinya, kamu tidak bisa melakukan sinkron ulang sebelum proses validasi selesai.
Setelah dikonfirmasi, status akan berubah menjadi menunggu persetujuan admin kabupaten atau kota.
Proses Persetujuan Admin Kabupaten dan Apa yang Harus Dilakukan
Setelah pengajuan terkirim, peran operator sementara selesai. Kini proses berpindah ke admin tingkat kabupaten atau kota.
Beberapa kemungkinan status yang muncul:
- Disetujui
- Ditolak dengan catatan perbaikan
- Masih dalam proses
Jika disetujui, kamu bisa langsung mencetak dokumen ujian. Jika ditolak, lakukan perbaikan sesuai catatan lalu ajukan kembali sebelum batas waktu berakhir. Pastikan kamu rutin mengecek status agar tidak melewati tenggat.
Cara Cetak DNS dan DNT Setelah Validasi Disetujui
Begitu validasi disetujui, fitur cetak akan aktif otomatis.
Langkahnya:
- Masuk ke menu pendataan
- Pilih opsi cetak DNS
- Pilih opsi cetak DNT
- Simpan atau cetak dokumen
DNS adalah Daftar Nominasi Sementara, sedangkan DNT adalah Daftar Nominasi Tetap. Kedua dokumen ini menjadi dasar administrasi ujian madrasah. Jika sebelumnya tombol cetak belum muncul, itu artinya validasi belum disetujui.
Cara Memperbarui Data Kepala Madrasah di PDUM
Masalah lain yang sering muncul adalah nama kepala madrasah tidak tampil di dokumen.
Untuk memperbaikinya:
- Masuk ke menu Data Lembaga
- Masukkan NIK kepala madrasah
- Klik cari
- Simpan perubahan
Setelah itu kembali ke menu cetak dan pastikan nama sudah muncul dengan benar. Langkah ini sering terlewat, padahal sangat penting untuk keabsahan dokumen.
Perbandingan Sinkronisasi Ulang dan Update Data Manual
Banyak operator bingung memilih antara sinkronisasi ulang atau memperbaiki manual di sistem.
Berikut gambaran perbedaannya:
| Aspek | Sinkronisasi Ulang | Update Manual |
|---|---|---|
| Risiko Duplikasi | Lebih tinggi | Rendah |
| Waktu Proses | Lebih lama | Cepat |
| Stabilitas Sistem | Bisa terganggu | Lebih aman |
| Direkomendasikan Jika | Data belum masuk | Hanya ada kesalahan kecil |
Jika hanya ada kesalahan ejaan atau jurusan, lebih baik gunakan fitur update manual.
Kendala yang Sering Terjadi Saat Validasi PDUM
Beberapa masalah yang sering dikeluhkan operator antara lain:
- NISN tidak valid
- Data tidak muncul meski sudah sinkron
- Tombol ajukan tidak aktif
- Status menunggu terlalu lama
Solusinya biasanya kembali pada pengecekan awal. Pastikan data di EMIS sudah benar sebelum sinkronisasi. Selain itu, hindari login bersamaan di banyak perangkat. Komunikasi dengan admin kabupaten juga penting jika status tidak berubah dalam waktu lama.
Hubungan PDUM dengan EMIS dan Verval PD
PDUM tidak berdiri sendiri. Sistem ini terhubung dengan EMIS sebagai sumber data utama dan Verval PD untuk validasi identitas.
Alur sederhananya seperti ini:
Data diinput di EMIS → Diverifikasi melalui Verval PD → Disinkronkan ke PDUM → Divalidasi oleh admin kabupaten → Digunakan untuk ujian.
Jika satu tahap bermasalah, maka proses berikutnya ikut terhambat. Karena itu, pengecekan berlapis menjadi kunci utama.
Kenapa Ketelitian Operator Menjadi Penentu Kelancaran Ujian
Banyak yang menganggap validasi hanya formalitas. Padahal, kesalahan kecil seperti tanggal lahir berbeda satu digit bisa berdampak pada dokumen resmi.
Operator perlu:
- Memeriksa ulang sebelum klik ajukan
- Tidak terburu-buru menjelang batas akhir
- Menyimpan bukti sinkronisasi dan validasi
Langkah sederhana ini bisa mencegah kepanikan di hari-hari terakhir.
Kesimpulan
Cara Ajukan Validasi Siswa di PDUM 2026 bukan sekadar proses administratif, melainkan tahapan krusial yang menentukan kelayakan siswa mengikuti ujian madrasah.
Dimulai dari sinkronisasi data, pengecekan kelengkapan, pengajuan validasi, hingga pencetakan DNS dan DNT, semuanya membutuhkan ketelitian dan ketepatan waktu.
Pastikan NISN telah valid melalui Verval PD, data sudah sinkron dengan EMIS, dan tidak ada kesalahan identitas sebelum mengirim ajuan. Hindari sinkronisasi ulang jika tidak diperlukan untuk menjaga stabilitas sistem.
Dengan memahami alur dan potensi kendala sejak awal, kamu bisa memastikan seluruh siswa terdaftar dengan aman dan siap mengikuti ujian tanpa hambatan administratif. Ketelitian hari ini akan menentukan kelancaran proses esok hari.
