Bidiknews.co.id-Awal tahun sering menjadi masa paling menegangkan bagi banyak guru. Bukan karena kegiatan belajar mengajar yang padat, melainkan karena satu hal penting yang belum muncul juga di Info GTK. Ya, SKTP Januari dan Februari 2026.
Setiap kali login, harapannya selalu sama, tapi yang muncul justru status menunggu atau belum terbit. Kondisi ini wajar terjadi, apalagi 2026 menjadi tahun penyesuaian besar dalam sistem penyaluran tunjangan guru.
Pemerintah kini menerapkan mekanisme validasi bulanan yang lebih ketat, sehingga proses penerbitan SKTP tidak lagi bisa disamakan dengan tahun-tahun sebelumnya. Meski begitu, keterlambatan bukan berarti tunjangan hilang.
Kami akan membahas secara lengkap cara agar SKTP Januari dan Februari 2026 terbit di Info GTK, mulai dari pemahaman sistem, penyebab umum keterlambatan, hingga langkah-langkah yang bisa kamu lakukan agar proses berjalan lancar tanpa panik berlebihan.
Memahami Peran SKTP dalam Penyaluran Tunjangan Guru
SKTP atau Surat Keputusan Tunjangan Profesi adalah dokumen resmi yang menjadi dasar pencairan tunjangan guru. Tanpa SKTP yang terbit, sistem tidak akan memproses pembayaran, meskipun data guru sudah masuk dalam daftar penerima.
Pada 2026, peran SKTP menjadi semakin krusial karena tunjangan disalurkan per bulan. Artinya, setiap bulan data guru akan divalidasi ulang. Sistem tidak hanya melihat status sertifikasi, tetapi juga jam mengajar, linearitas mata pelajaran, status kepegawaian, hingga rekening bank.
Karena itu, satu kesalahan kecil dalam data bisa berdampak pada tertahannya SKTP, terutama di bulan Januari dan Februari yang menjadi masa transisi awal tahun.
Fungsi Info GTK dalam Sistem Baru 2026
Info GTK kini menjadi pusat kendali utama dalam penyaluran tunjangan. Semua data dari Dapodik, SIMPKB, hingga sistem perbankan terhubung dan diperiksa melalui Info GTK. Jika salah satu data tidak sinkron, status SKTP otomatis tertahan.
Di dalam Info GTK, guru bisa melihat status validasi jam mengajar, kategori kelayakan, hingga keterangan apakah SKTP sudah terbit atau masih dalam proses. Oleh karena itu, memahami tampilan dan keterangan di Info GTK menjadi kunci agar tidak salah menafsirkan kondisi sebenarnya.
Alasan SKTP Januari dan Februari 2026 Belum Terbit
Sebelum membahas solusi, penting untuk memahami penyebabnya terlebih dahulu. Banyak guru mengira SKTP belum terbit karena ada masalah besar, padahal sebagian besar hanya karena proses validasi yang belum selesai.
Beberapa penyebab paling umum antara lain data masih dalam antrean sistem, jam mengajar belum terbaca linier, perubahan data di awal tahun, hingga rekening yang belum tervalidasi.
Pada bulan Januari dan Februari, sistem bekerja ekstra karena memproses data jutaan guru secara bersamaan. Memahami penyebab ini akan membantu kamu lebih tenang dan fokus pada langkah yang benar.
Perbedaan Proses SKTP Awal Tahun dan Tengah Tahun
Penerbitan SKTP di awal tahun tidak bisa disamakan dengan bulan-bulan berikutnya. Januari dan Februari merupakan fase penyesuaian data. Banyak perubahan terjadi, mulai dari pembagian jam mengajar baru, mutasi guru, lulusan PPG yang baru mendapat NRG, hingga perubahan rekening.
Di tengah tahun, data cenderung lebih stabil sehingga SKTP biasanya lebih cepat terbit. Inilah alasan mengapa keterlambatan di awal tahun masih dianggap normal selama data tidak bermasalah.
Cara Mengecek Status SKTP di Info GTK dengan Benar
Langkah pertama dalam cara agar SKTP Januari dan Februari 2026 terbit di Info GTK adalah memahami status yang muncul di akunmu. Setelah login, perhatikan bagian tunjangan profesi.
- Jika tertulis “menunggu proses”, itu berarti sistem masih memverifikasi data.
- Jika tertulis “belum valid”, artinya ada data yang perlu diperbaiki.
- Sementara jika sudah tertulis “SKTP terbit”, maka proses tinggal menunggu pencairan.
Banyak guru keliru menafsirkan status menunggu sebagai masalah, padahal itu hanya soal waktu.
Jadwal Umum Penerbitan SKTP di Awal Tahun
Secara sistem, validasi SKTP biasanya dilakukan setelah pertengahan bulan. Pada tanggal 1 sampai 10, sistem masih menarik dan mencocokkan data. Periode tanggal 10 sampai 15 digunakan untuk validasi lanjutan.
Karena itu, wajar jika SKTP Januari baru terlihat di akhir Januari atau bahkan awal Februari. Begitu juga dengan Februari yang bisa terbit bersamaan jika validasi selesai di waktu yang sama.
Mengecek Jam Mengajar di Dapodik sebagai Syarat Utama
Jam mengajar tetap menjadi syarat paling krusial dalam penerbitan SKTP. Guru harus memenuhi minimal 24 jam mengajar linier. Untuk itu, kamu perlu memastikan data jam mengajar di Dapodik sudah benar.
Masuk ke menu beban mengajar, cek total jam yang tercatat, dan pastikan sesuai dengan SK pembagian tugas. Kesalahan input jam atau mata pelajaran bisa membuat sistem menganggap jam belum memenuhi syarat.
Pentingnya Linearitas Mata Pelajaran
Selain jumlah jam, sistem juga memeriksa linearitas. Di Info GTK, kategori A1 menandakan jam mengajar linier dan memenuhi syarat. Jika masih A2, A3, atau A5, maka SKTP biasanya tertahan.
Linearitas ini merujuk pada kesesuaian antara sertifikat pendidik dan mata pelajaran yang diajarkan. Jika ada ketidaksesuaian, sebaiknya segera dikonsultasikan dengan operator sekolah atau dinas.
Peran Tugas Tambahan dalam Memenuhi Jam
Bagi guru yang jam mengajarnya kurang dari 24, tugas tambahan bisa menjadi solusi. Namun, tidak semua tugas otomatis diakui sistem. Tugas harus tercantum resmi di Dapodik dan sesuai ketentuan.
Pastikan tugas tambahan seperti wakil kepala sekolah, kepala perpustakaan, atau kepala laboratorium sudah diinput dan disinkronkan. Tanpa sinkronisasi, sistem tidak akan menghitungnya.
Sinkronisasi Dapodik yang Sering Terlewat
Salah satu penyebab SKTP tertahan adalah perubahan data yang belum disinkronkan. Banyak guru merasa data sudah diperbaiki, padahal sinkronisasi belum dilakukan.
Setiap ada perubahan jam, tugas tambahan, atau data pribadi, operator harus melakukan sinkronisasi ulang. Tanpa langkah ini, Info GTK tetap membaca data lama.
Validasi Rekening sebagai Syarat Tambahan
Pada sistem 2026, rekening menjadi bagian penting dalam validasi SKTP. Rekening harus aktif, sesuai nama, dan terbaca oleh sistem. Rekening yang bermasalah bisa membuat SKTP tertahan meskipun data lain sudah valid.
Pastikan rekening yang terdaftar tidak ditutup, tidak salah input, dan sesuai dengan ketentuan bank penyalur.
Kondisi Khusus Guru PPG dan NRG Baru
Guru lulusan PPG atau pemegang NRG baru sering mengalami keterlambatan SKTP di awal tahun. Hal ini karena data mereka masih dalam proses integrasi ke sistem pusat.
Jika kamu berada di kondisi ini, keterlambatan SKTP Januari dan Februari masih tergolong wajar. Selama data sudah masuk dan valid, tunjangan tetap akan dibayarkan.
Jika SKTP Januari Belum Terbit Hingga Februari
Banyak guru khawatir tunjangan Januari hangus jika SKTP belum terbit. Faktanya, tunjangan tidak hilang. Sistem akan melakukan pembayaran rapel setelah SKTP terbit.
Biasanya, jika SKTP Januari dan Februari terbit bersamaan, maka tunjangan dua bulan akan dibayarkan sekaligus. Yang terpenting adalah memastikan data sudah benar dan valid.
Hal yang Sebaiknya Tidak Dilakukan Guru
Ada kecenderungan guru terlalu sering mengubah data karena panik. Padahal, perubahan berulang justru bisa memperlambat proses validasi. Jika data sudah benar dan valid, sebaiknya cukup menunggu.
Menghubungi banyak pihak tanpa data yang jelas juga sering membuat informasi simpang siur. Fokuslah pada Info GTK sebagai rujukan utama.
Kesimpulan
Cara agar SKTP Januari dan Februari 2026 terbit di Info GTK pada dasarnya bertumpu pada satu hal utama, yaitu validitas data. Jam mengajar linier minimal 24 jam, data Dapodik yang sinkron, rekening yang valid, dan kesabaran menunggu proses sistem menjadi kunci utama.
Keterlambatan di awal tahun bukan pertanda tunjangan hilang. Selama status masih menunggu proses dan data tidak bermasalah, SKTP akan tetap terbit dan tunjangan dibayarkan, bahkan bisa dalam bentuk rapel. Dengan memahami alur sistem dan rutin memantau Info GTK, guru bisa menghadapi masa validasi ini dengan lebih tenang dan terarah.
