Pemkot di Desak Cabut Ijin Usaha Penta City, serta Memberi Sanksi Tegas.


🕔14 Nov 2019 👁 Dibaca:   808 kali  

Pemkot di Desak Cabut Ijin Usaha Penta City, serta Memberi Sanksi Tegas.

Gambar : Pertemuan berlangsung alot, tidak ada kesepakatan yang dihasilkan. GP Ansor dengan tegas meminta pencabutan ijin Mall Penta City, pada pemerintah kota


Muhammad Taqwa

BALIKPAPAN,bidiknews.co.id- Setelah gagal melakukan mediasi pertama, kini pengurus GP Ansor Balikpapan kembali mendatangi gedung DPRD, mendesak pemkot Balikpapan untuk mengambil sikap terkait kegiatan LGBT yang dikemas dalam sebuah kompetisi tari bertema K-Pop. 

Menyikapi hak tersebut, Komisi lV DPRD Balikpapan melakukan pertemuan dengan pihak pihak terkait, diantara pengurus GP Ansor,  manajemen Penta City, even organizer acara, Polres Balikpapan, serta pemerintah kota Balikpapan. Rapat dipimpin ketua komisi l, Muhammad Taqwa, yang berlangsung diruang pertemuan DPRD Balikpapan, pada Rabu (13/11/19) siang. 

Ketua PC GP Ansor Balikpapan, M. Husein Kadri, dengan tegas meminta pemerintah kota Balikpapan untuk mencabut ijin usaha Mall Penta City, serta mendesak manajemen dan penyelenggara acara untuk meminta maaf kepada masyarakat kota Balikpapan, terkait kegiatan LGBT tersebut.

"Kami minta dengan tegas, agar pemerintah kota mencabut ijin usaha Penta City, termasuk memberi sanksi pada event organizernya. Sebab mereka telah melanggar kesepakatan sebelumnya untuk tidak melaksanakan pertunjukan dalam bentuk apapun yang berkaitan dengan LGBT,"ujar Husein Kadri saat memberi keterangan kepada wartawan.

Yang membuat geram DPRD yakni even itu tidak memiliki ijin dari pihak kepolisian tapi tetap berlangsung, kemudian pihak Mall Pentacity berdalih tidak mengetahui kegiatan apa saja yang di lakukan dalam even tersebut dan pihaknya merasa kecolongan.

Sementara Ketua Komisi IV Muhammad Taqwa meminta kepada Pemerintah Kota Balikpapan untuk mengeluarkan aturan mengenai even yang tidak di perbolehkan di gelar atau di selenggarakan. 

Tentunya yang dianggap merusak moral dan bertentangan prinsip kota Balikpapan sebagai kota  Madinatul Iman serta tidak sesuai dengan kaidah agama yang ada di kota ini.

"Saya kira harus disikapi serius, pemkot mesti mengeluarkan aturan jenis kegiatan yang boleh dan tidak dilaksanakan. Jangan menungguh gaduh baru dicarikan jalan Kelurahan,"jelas Taqwa usai memimpin pertemuan. 

"Sementara poto yang beredar di media sosial tersebut bukan team dari Swaggy Waacky Dance Crew, melainkan peserta yang berasal dari jota Samarinda. Kami hanya melaksanakan acara dance k-pop Alameda Korea,” jelasnya.

Namun semua penjelasan yang di lontarkan oleh pihak  Pentacity dan Even Organizer tidak di terima pengurus GP Ansor Balikpapan. 

"Manajemen Pentacity dan EO harus meminta maaf kepada masyarakat Kota Balikpapan, dan permintaan maaf harus dimuat disemua media baik cetak dan elektronik," tegas Husien pada Rabu (13/11/19). (agus/sinta/bdknews)




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

Write a comment

Ada 3 Komentar untuk Berita Ini

View all comments

Write a comment