KPU Tugaskan 50 Orang Penyortir Surat Suara


🕔24 Nov 2020 👁 Dibaca:   55 kali  

KPU Tugaskan 50 Orang Penyortir Surat Suara

Gambar : Kertas suara mulai di sortir


BALIKPAPAN,bidiknews- Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kota Balikpapan, hanya menyisakan beberapa hari lagi. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan terus melakukan persiapan sebagai pihak penyelenggara, demi suksesnya Pilkada Serentak 9 Desember 2020 mendatang.

Salah satu persiapan dilaksanakan KPU yakni menyortir Surat Suara pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Balikpapan, yang dilaksanakan di Gedung KPU, Jln Jenderal Sudriman, Balikpapan Kota, Senin (23/11/2020).

Sebanyak 50 petugas penyortir kertas suara sudah mulai bekerja untuk melakukan menyortir kertas suara, sebelum melaksanakan tugasnya, para Penyortir tetlebih dahulu harus mengikuti Rapid Test

Awalnya yang mendaftar sebagai petugas Penyortir Kertas Suara ada 57 orang, namu  setelah menjalani Rapid Test, 7 diantaranya mendapatkan hasil reaktif, sehingga KPU hanya mengambil 50 petugas yang hasilnya non-reaktif. 

Dijelaskan Ketua KPU Balikpapan Noor Thoha pelkasanaan kegiatan penghitungan dan pelipatan kertas suara dilakukan untuk mengetahui apakah kertas suara tersebut dalam kondisi baik atau rusak. 

"Ada beberapa kriteria kertas suara tersebut dapat dikatakan baik atau rusak diantaranya gambar pada kertas suara harus jelas, tidak buram, tinta pada cetakan tidak meluber, tidak ada bercak, apalagi bercak yang menyerupai coblosan, serta tidak ada potongan kertas suara yang tidak rapi"jelas Thoha

Kertas suara yang sudah dilipat akan dihitung kembali, dimana saat menerima terdapat 444.999 kertas suara dan dipack, dalam satu pack terdapat 2000 lembar kertas suara

"Kita akan hitung kembali, apakah didalamnya akan betul terdapat 2000 lembar tiap kotaknya,"ujarnya

Thoha mengatakan,Jika kondisi kertas suara dinyatakan baik, selanjutnya akan dilipat sesuai yang telah dicontohkan. Namun didalam penghitungan nanti terjadi kurang kirim atau lebih kirim, akan dikumulasikan dengan kerusakan. 

"Jadi yang kurang kirim berapa, lebih kirim berapa, kemudian yang rusak berapa, setalah itu kita jumlahkan dan mintakan ganti kertas suara tersebut kepabrik yang mencetak,"bebernya

"Pergantian kerusakan dan kekurangan kertas suara sudah tercantum dalam perjanjian, jadi pencetak wajib mengganti kerusakan dan kekurangannya,"tandasnya

Thoha juga memastikan semua akan sesuai jadwal dan target, meskipun jika ada kerusakan pada kertas suara, kemudian KPU meminta kertas suara yang baru, proses pengirimannya ke Balikpapan dipastikan akan tepat waktu. (ags/bdk)




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment